Menara BTS Baru Mulai 2009



Minggu, 14 Desember 2008 | 21:13 WIB

BANDUNG, Bentuk menara BTS (Base Tranceiver Station) mulai tahun depan mungkin tak hanya berupa kerangka besi seperti banyak dijumpai saat ini. Ericsson Indonesia, salah satu vendor infrstruktur telekomunikasi yang memasok perelngkapan jaringan ke sejumlah operator tengah melakukan uji coba menara dengan desain yang lebih cantik dan tidak merusak pemandangan.

"Saat ini, kami masih melakukan uji coba pilot project tower tube di Sumatera, semoga saja pada 2009, sudah dapat digunakan dan sudah ada operator yang berminat," ujar senior radio solution engineer Ericsson Indonesia, Donny Meirantika dalam media workshop di Hotel Mason, Kota Parahyangan, Bandung, Sabtu (13/12).

Kelak operator dapat memilih bentuk BTS sesuai keinginannya. Mau sekadar tabung cerobong, sampai seperti bidak catur atau menyerupai mata bor pahat. Bahkan di Arab Saudi, tower keluaran Ericsson tersebut ada yang berbentuk seperti menara yang biasa kita jumpai di Indonesia.

Menara konvensional berupa kerangka empat kaki yang ditopang fondasi beton masih dipakai namun dibungkus lembaran logam yang menutupnya. Dengan demikian, tangga yang biasanya ada di bagian tengah tertutup. Praktis menara tidak mudah disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab. "Dengan bentuk seperti ini, BTS tidak lagi akan dapat dimanfaatkan orang untuk bunuh diri," ujar Donny.

Selain itu, ruangan di bagian dalam dapat dipakai untuk menyimpan peralatan teknik maupun bahan bakar cadangan. Bila sebelumnya dibutuhkan pagar pembatas untuk melindungi peralatan fuel dari pencuri, dengan bentuk BTS ini tidak diperlukan lagi. "Itu sangat praktis dan efisien," lanjutnya.

Ericsson juga mempersipakan BTS dengan tenaga terbarukan. Setelah merilis BTS bertenaga matahari, maupun baterai, rencananya Ericsson juga akan mengadaptasi pasokan kebutuhan energi BTS dari tenaga angin. Di beberapa negara, tower model ini sudah mulai diaplikasi, seperti di Amerika Serikat, Hongkong, dan Swedia.

Namun, jajaran petinggi Ericsson Indonesia belum berkenan buka mulut lebih jauh tentang kapan rencana ini akan direalisasi. "Kita tunggu saja bersama, semoga 2009 sudah dapat kita jumpai," tutur Vice President Marketing Ericsson Indonesia, Hardyana Syintawati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar